Saya yakin Saudara pasti pernah melihat atau dapat membayangkan sebuah gunung es di tengah laut. Sadarkah Saudara bahwa gunung es yang nampak di permukaan air itu hanyalah 10 persen saja, sementara 90 persennya ada di bawah permukaan laut. Dan, justru yang membuat kapal tenggelam adalah bagian bawahnya, yang seringkali tidak terlihat atau tersadari oleh kita.
Dalam analogi kepemimpinan, gunung es adalah gambaran yang menarik. Bagian yang 10 % itu menggambarkan keahlian kita, sementara yang 90% adalah karakter diri kita. Yang seringkali menghancurkan dan menenggelamkan diri kita bukanlah keahlian yang kita miliki, melainkan karakter diri kita sendiri. Pemimpin tanpa karakter yang kuat ibarat pohon besar tanpa akar yang kokoh, mudah tumbang dalam badai dunia.
Sembilan puluh persen dari kepemimpinan kita dibentuk oleh karakter. Karakter ini adalah jumlah total dari:
• Disiplin Diri: kemampuan melakukan apa yang benar meskipun kita merasa tidak ingin melakukannya
• Nilai-nilai Inti: prinsip-prinsip yang kita jalani yang memampukan kita untuk memiliki pegangan moral.
• Kesadaran Identitas: gambaran diri yang realistis berdasarkan maksud Allah menciptakan kita
• Keamanan Emosional: kapasitas untuk menjadi stabil secara emosional serta konsisten.
Banyak orang berusaha mengejar yang kelihatan, namun mengabaikan karakter diri sendiri. Keahlian mungkin membawa kita ke puncak prestasi, tetapi karakterlah yang membuat kita tetap bertahan di sana. Jika kita tidak memiliki karakter yang kuat, pada akhirnya kita sendirilah yang akan menghancurkan prestasi dan kepemimpinan kita.
Karakter yang lemah mungkin dimulai dengan kebohongan dan kebiasaan buruk yang kecil. Kemudian berkembang menciptakan penipuan, perampokan, kejahatan niat dan skandal kekerasan. Orang modern hanya menghabiskan 10 persen waktunya untuk mencapai 90 persen karakternya. Tetapi Yesus Kristus menghabiskan 90 persen waktunya untuk membentuk karakternya, untuk siap melakukan 10 persen dari apa yang membentuk kariernya.
Kita cenderung berada dalam situasi yang terburu-buru untuk mencapai produktivitas kerja, tetapi kita kerap lupa mempertahankan kehidupan karakter, dan gagal secara moral di sepanjang jalan. Berita buruknya adalah bagian yang berada di bawah permukaan airlah yang membuat kapal tenggelam. Karakter yang lemah pada akhirnya akan menghancurkan kemampuan kita memimpin. Berita baiknya adalah bagian yang di bawah justru akan menopang puncak gunung es tetap menjulang. Demikian pula karakter akan tetap mendukung keahlian kita untuk mencapai puncak tertinggi prestasi kehidupan kita. Keep Struggle.
No comments:
Post a Comment